Betapa Datar Hidupku

Tulisan ini sukses ditulis setelah membaca postingan barunya Refa diblognya. Kalian tahu Refa kan? Jika tidak, silahkan lihat blogroll saya.

Bermula dari iseng-iseng buka blognya Refa, eh ternyata ada postingan baru. Setelah saya baca sampai selesai, level KEPO saya meningkat drastis. Saya jadi mencaritahu siapa adik kelas di cerita Refa, dan saya sukses menemukannya di sebuah blog, yang salah satu postingannya terkait sekali dengan postingan si Refa :Peace:

Sebenarnya yang mau saya bahas bukan siapa tokoh dalam cerita tersebut, melainkan apa yang sudah dilakukan tokoh di cerita. Kadang-kadang saya merasa jenuh dengan kehidupan saya sendiri. Saya merasa hari-hari berjalan membosankan. Kegiatan saya berputar-putar di tempat tidur-> kamar mandi-> sekolah -> komputer/manga/anime-> tempat tidur lagi. Saya hanya berinteraksi dengan orang lain melalui media jejaring sosial. Dan itu pun jarang dilakukan.

Bahkan teman saya di sekolah baru (SMA) masih tergolong sedikit. Saya lebih sering duduk di pojok kelas atau kantin atau perpustakaan sendiri saja. Kadang muncul perasaan ingin ikut ngobrol bareng teman-teman lain saya yang biasanya saling bergerombol. Tapi saya terlalu malas untuk memulainya.

Jadi saya sangat mendambakan momen-momen seperti yang Refa alami. Sekarang sih hanya sebatas harapan. Entah kapan terwujudnya.

Update 12/02/2016

2016, saya sudah lulus SMA, saya menemukan banyak hal dalam 3 tahun, dan saya nyatakan, saya tidak pernah menyesali satu haripun yang terjadi di masa 3 tahun SMA saya, haha, lucu juga jika saya membaca kembali pos 3 tahun lalu ini, sungguh, apa yang awalnya kamu lihat buruk, akan menjadi baik pada waktunya, percayalah, kawan!

Kepadamu

Lagu ini aku dedikasikan untukmu, untuk dedikasimu kepadaku. Lagu yang menggambarkan betapa menderita aku setelah kepergianmu, betapa aku berduka. Lagu ini berjudul It Must Have Been Love, dibawakan oleh Roxette.

It must have been love but it’s over now

Lay a whisper on my pillow
Leave the winter on the ground
I wake up lonely, there’s air of silence
In the bedroom and all around

Touch me now, I close my eyes
And dream away

It must have been love but it’s over now
It must have been good but I lost it somehow
It must have been love but it’s over now
From the moment we touched till the time had run out

Make believing we’re together
That I’m sheltered by your heart
But in and outside, I turned to water
Like a teardrop in your palm

And it’s a hard winter’s day
I dream away

It must have been love but it’s over now

It was all that I wanted, now, I’m living without
It must have been love but it’s over now
It’s where the water flows, it’s where the wind blows

It must have been love but it’s over now
It must have been good but I lost it somehow
It must have been love but it’s over now
From the moment we touched till the time had run out

Yeah, it must have been love but it’s over now
It was all that I wanted, now, I’m living without
It must have been love but it’s over now
It’s where the water flows, it’s where the wind blows

It must have been love but it’s over now
It must have been love but it’s over now

In memoriam, kabel data

Racauan Tak Bermutu

Lama tak jumpa. Ya, lama juga saya tidak menulis di blog ini. Bukan karens sibuk, walaupun memang sibuk, tapi karena 2 hal:
1. Malas, alasan ini yang utama
2. Ganteng, ya…saya ganteng jika di samping kambing.

Tanggal 14 Februari tadi saya ultah lho. Tahun lalu saya membuat post di hari ultah. Tapi tahun ini tidak. Alasannya sudah ada tadi. Jadi sekarang usia saya sudah 15 tahun. Gak kerasa sekali. Yang sangat disayangkan, Hajime no Ippo belum juga tamat di tahun 2012 ini.

Sebagai pemuda yang masih muda (karena memang muda), saya pikir seharusnya wajar…untuk….merasakan…cin-ta. Jujur, selama 15 tahun di dunia, saya belum pernah sangat tertarik dengan cewek, karena setiap hari dalam hidup saya diisi oleh aktivitas bangun tidur->sekolah->pulang->main komputer->baca komik->tidur lagi. Kemarin pun saya beli komik baru.

Karena hal itu, saya tak ada dan tak ingin mempunyai pacar. Hal itu hanya nomor terakhir dalam pikiran saya. Yang jadi juara di hati saya adalah game, komputer, dan komik. Nomor duanya tidur dan makan.

Jika memiliki pacar, belum tentu saya bisa hidup santai begini. Nanti ada yang cerewet jika smsnya telat dibalas, saya harus memberikan perhatian, inilah…itulah…Argghhh. Apa asyiknya itu? Bukannya itu merepotkan?

Bahkan ada teman saya yang bilang saya homo, tapi maaf saudara-saudara, saya normal. Saya masih tertarik dengan wanita. Tapi kalau untuk punya pacar? Nanti dulu deh. Saya lebih suka, walau cinta saya pendam saja. Jadi saya bisa bebas berteman dengan siapa saja, tanpa harus merasa hal yang tak perlu. Lagipula, jika nanti jadi pacar, lalu putus, apa bisa berteman lagi seperti semula.

Ya, cukuplah sampai di sini racauan saya. Sampai jumpa di postingan berikutnya yang entah kapan.

Sedikit Kegajean

Selamat malam semua. Barusan cek statistik gak bergerak dari rata-rata 40-50 visitor/hari :(.

Saya bingung mau ngepost apa. Tapi saya lebih bingung lagi kenapa saya mengetik post ini? Padahal saya kan tampan 😎

Oke, paragraf kedua memang rada aneh, jadi abaikan saja. Kemarin firefox 10 sudah tersedia untuk pclinuxOS, tetapi setelah update, hari ini ada lagi 10.0 2 , bayangkan ruginya saya sekitar 30 mb-an untuk software yang sama, dan rugi waktu sekitar 10 menit untuk dua kali update.

Yaudah ya, saya akhiri saja. Saya ngepost biar gak ada PKL dan pemulung berkeliaran di sini aja 😀