Perpisahan

Di dunia ini, ada hal-hal yang takkan pernah bisa kita kendalikan, sekeras apapun kita berusaha untuk mengendalikannya. Termasuk perpisahan.

Perpisahan, secara sederhana bisa diartikan sebagai akhir dari pertemuan. Semua orang yang merasakan pertemuan, pasti merasakan perpisahan, baik perpisahan secara hakiki ataupun tidak.

Terkadang, kita merasa takut menghadapi perpisahan. Padahal, ketika kita memulai sesuatu, kita sudah masuk ke dalam langkah-langkah menuju perpisahan. Seperti Ari SK2H pernah berkata:

“…Bukankah ketika kita memulai sesuatu, justru sebenarnya kita sedang maju satu langkah untuk mengakhirinya? Waktu hanya sebuah pilihan dari Tuhan untuk manusia. Ada yg bisa menggunakannya dengan bijak, tapi banyak juga yg nggak demikian. Satu yg pasti, waktu nggak pernah berputar mundur, meski hanya sedetik. Dan gw seharusnya lebih bisa menerima apa yg sudah jadi pilihan gw…”

Yah, waktu takkan pernah berjalan mundur, dan waktu hanya datang untuk berlalu, ketika kita berpisah, kita akan berpisah. Walaupun kita memiliki kemungkinan untuk bertemu lagi, tetapi pertemuan tersebut akan sangat berbeda dengan pertemuan pertama. Karena sejarah memiliki kepastian untuk tidak terulang sama persis untuk kedua kali.

Perpisahan memang sesuatu yang pasti, tetapi sebuah pertemuan, selalu menyisakan kenangan.

Dan kalian tahu? Kadang kenangan itu seperti asap tipis yg menguap dari cangkir teh . Dia nyaris tak terlihat, sangat sulit untuk ditangkap, tapi kita tetap bisa merasakan kehangatannya. Bahkan saat dia terurai bersama angin musim gugur yg meniupkan helai demi helai daun momiji dari pucuk merahnya.

Petikan kata-kata yang ditulis oleh Ariadi Ginting di ebooknya. Ya, kenangan itu akan selalu terasa hangat. Kenangan tercipta ketika kita merasa rindu akan masa lalu. Kita selalu punya kenangan untuk menikmati kembali setiap momen yang telah berlalu.

Betapa Datar Hidupku

Tulisan ini sukses ditulis setelah membaca postingan barunya Refa diblognya. Kalian tahu Refa kan? Jika tidak, silahkan lihat blogroll saya.

Bermula dari iseng-iseng buka blognya Refa, eh ternyata ada postingan baru. Setelah saya baca sampai selesai, level KEPO saya meningkat drastis. Saya jadi mencaritahu siapa adik kelas di cerita Refa, dan saya sukses menemukannya di sebuah blog, yang salah satu postingannya terkait sekali dengan postingan si Refa :Peace:

Sebenarnya yang mau saya bahas bukan siapa tokoh dalam cerita tersebut, melainkan apa yang sudah dilakukan tokoh di cerita. Kadang-kadang saya merasa jenuh dengan kehidupan saya sendiri. Saya merasa hari-hari berjalan membosankan. Kegiatan saya berputar-putar di tempat tidur-> kamar mandi-> sekolah -> komputer/manga/anime-> tempat tidur lagi. Saya hanya berinteraksi dengan orang lain melalui media jejaring sosial. Dan itu pun jarang dilakukan.

Bahkan teman saya di sekolah baru (SMA) masih tergolong sedikit. Saya lebih sering duduk di pojok kelas atau kantin atau perpustakaan sendiri saja. Kadang muncul perasaan ingin ikut ngobrol bareng teman-teman lain saya yang biasanya saling bergerombol. Tapi saya terlalu malas untuk memulainya.

Jadi saya sangat mendambakan momen-momen seperti yang Refa alami. Sekarang sih hanya sebatas harapan. Entah kapan terwujudnya.

Update 12/02/2016

2016, saya sudah lulus SMA, saya menemukan banyak hal dalam 3 tahun, dan saya nyatakan, saya tidak pernah menyesali satu haripun yang terjadi di masa 3 tahun SMA saya, haha, lucu juga jika saya membaca kembali pos 3 tahun lalu ini, sungguh, apa yang awalnya kamu lihat buruk, akan menjadi baik pada waktunya, percayalah, kawan!

Revolusi Cara Ulangan

Setelah melalui beberapa ulangan, saya berhasil mendapatkan ide untuk menulis di blog ini. Ide ini adalah tentang revolusi cara ulangan.

Dewasa ini, ulangan menjadi momok yang menakutkan untuk setiap murid sekolah. Berbagai cara dilakukan untuk menghadapi ulangan. Ada yang belajar dengan giat, berusaha memasukan kaca pembesar ke mata agar mudah mencontek, menulis seluruh isi buku ke dalam kertas kecil (kerpean), hingga memakan buku. Semua ini terjadi karena apa?

Setelah meneliti dengan seksama, saya menemukan penyebab dari masalah ini. Ternyata akar dari semua masalah adalah karena ulangan itu tutup buku! Ya, tutup buku.

Lalu saya melakukan riset untuk mencari penyelesaian dari masalah ini. Dan setelah bertapa selama 7 detik di kamar mandi, saya menemukan solusinya. Ternyata ulangan itu seharusnya boleh buka buku.

Dengan buka buku, semua murid akan berhenti mencoba menyontek, membuat kerpean, dan segala macam bentuk kecurangan lainnya.

Mungkin jika saya bisa menjadi Menteri Pendidikan, saya akan mengesahkan metode ulangan seperti ini. Tapi, setelah didiskusikan dengan teman sebangku saya, dia langsung melakukan tarian pemanggil hujan, lalu berteriak bahwa saya sudah gila. Tetapi saya diam saja, dalam hati saya berkata, di masa depan dia akan menangis, berlutut, dan berterima kasih kepada saya, bahwa anaknya kelak akan terbantu dalam mengerjakan ulangan.

Sekian dan sama-sama.

Kepadamu

Lagu ini aku dedikasikan untukmu, untuk dedikasimu kepadaku. Lagu yang menggambarkan betapa menderita aku setelah kepergianmu, betapa aku berduka. Lagu ini berjudul It Must Have Been Love, dibawakan oleh Roxette.

It must have been love but it’s over now

Lay a whisper on my pillow
Leave the winter on the ground
I wake up lonely, there’s air of silence
In the bedroom and all around

Touch me now, I close my eyes
And dream away

It must have been love but it’s over now
It must have been good but I lost it somehow
It must have been love but it’s over now
From the moment we touched till the time had run out

Make believing we’re together
That I’m sheltered by your heart
But in and outside, I turned to water
Like a teardrop in your palm

And it’s a hard winter’s day
I dream away

It must have been love but it’s over now

It was all that I wanted, now, I’m living without
It must have been love but it’s over now
It’s where the water flows, it’s where the wind blows

It must have been love but it’s over now
It must have been good but I lost it somehow
It must have been love but it’s over now
From the moment we touched till the time had run out

Yeah, it must have been love but it’s over now
It was all that I wanted, now, I’m living without
It must have been love but it’s over now
It’s where the water flows, it’s where the wind blows

It must have been love but it’s over now
It must have been love but it’s over now

In memoriam, kabel data

Biodata

Nama: Agung Putra
TTL: Rahasia
Alamat: Rahasia
Hal yang disukai: Segala yang santai lagi menyantaikan
Hal yang tidak disukai: Segala yang merepotkan, berdesakan, mengantuk tetapi tidak bisa tidur, liburan dengan pr menumpuk, sabtu malam, kalah main PES, pemain di liga yang saya mainkan di PES cedera, pemain saya dijatuhkan tapi wasit acuh, macet, membersihkan PC, praktek di pelajaran Penjaskes, disuruh menggambar, disuruh menyanyi, disuruh main alat musik, internet lemot, Rossi kalah, Fernando Alonso kalah, MU kalah

Persembahanku Untukmu (Lirik Lagu)

Lirik lagu ini…untukmu yang kukenang. Segala kenangan manis denganmu takkan pernah terlupa.
Hampa – Ari Lasso
Kupejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah
Tentang dirimu
Tentang mimpiku
Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa
Tuhan tolonglah…Diriku
Reff :
Entah dimana…Dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah disana…Slalu rindukan aku
Seperti diriku yang slalu
merindukanmu
Selalu merindukanmu
Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu-satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati…Menjadi berarti
Namun kini kau menghilang
Bagaikan ditelan bumi
Tak pernahkah kau sadari
Arti cintamu…Untukku
Back To : Reff

Aku rindu padamu. Sebulan lebih kebersamaan kita harus terputus begitu saja. Semoga kau membaca tulisanku ini.
Untuk yang tersayang: Liburan

Kenapa

Kenapa ya, banyak anak gaul kepingin punya BB? Padahal BB kan singkatan Bau Badan.

Update 12/02/2016

OMFG, 2016, saya membaca ini dan saya sadari saya sangat garing di masa lalu, anjrit saya malu sekali kalau membacanya sekarang.