Jalan

Jalan ini terasa panjang
Di senja dalam senyap
Menatap cahaya yang mulai gelap
Mencari celah di sela senja
Berharap matahari tak terlelap

Jalan ini terasa berliku
Penuh rintangan
Menatap langit temaram
Berharap diri tak terkubur pekat malam

Jalan ini tak buntu
Panjang tanpa perhentian
Berjalan di bawah rembulan
Tanpa arah tanpa harapan
Menatap bulan berkawan bintang
Berharap terbang
Menjadi satu kejora

Jalan ini cukup lebar
Tapi terasa sempit
Karena aku masih buta
Mencari secarik makna
Entah di mana…

Galau

Sejenak terhenyak
sesuatu menerobos dari celah
menelisik ruang hati
menelusur jengkal demi jengkal
menakar warna putih
dan jutaan warna hitam
menerima fakta
ternyata belum apa-apa
tak ada suatu karya
yang ada sekedar kata
menutup kenyataan
membuat kepalsuan
atas ketidakmampuan

Penyair Bisu

Disini aku duduk
Di pojok dunia
Tempat ku bersajak
Merangkai untaian kata

Bukan sajak yang indah
Bukan pula mahakarya
Hanya kata yang bercerita
Mengalunkan kehidupan

Bukan aku seorang juara
Tidaklah pantas untuk jumawa
Memegang piala
Hanyalah cita-cita

Detik menit dan jam
Waktu melekati hidupku
Dunia memang kejam
Meninggalkanku di kehampaan

Aku memang bisu
Tapi syairku tetap lantang
Aku tak mampu berkata
Hanyalah mencoba

Melodi detak jantung
Desiran air pantai
Hembusan angin laut
Mengalun lembut menyejukkan jiwa

Di situ sajakku lahir
Sajak yang biasa
Tanpa ada suara
Sajak penyair bisu

Mimpi

Sahabatku sudah pergi
Derap kaki tak bersisa
Sunyi senyap yang tersisa
Aku termangu di malam pekat

Langit kini tak berbintang
Rembulan memalingkan muka
Tak ada yang mau menatapku
Aku pandangi langit

Langit hitam
Masih setia menaungiku
Sahabat malamku
Sahabat setiaku

Aku salah
kupikir punya sahabat
Ternyata hanya sang penipu
Bermuka dua berhati batu

Langitku
Temani aku
Aku sendiri
Jangan kau tinggal

Ingin berlari
Namun tak punya arah
Aku siapa?
Aku di mana?

Saat fajar menyingsing
Aku terbangun
Merenung dan tersadar
Masih ada cita-cita

Perpisahan (Puisi)

Marah, sedih, tangis, tawa
Tersisa di malam temaram
Hati yang berduka
Merasa hal yang pilu

Melangkah walau tak mau
Terseret ikatan nasib
Jadi korban roda hidup
Jadi sang pesakitan

Jam terasa cepat
Detik tak terkejar
Debu mulai dihapus
Ingat akan masa lalu

Akulah yang mengayuh
Ikhlaskanlah
wahai hatiku
hatiku yang rapuh

Kawan
aku pergi
Bukan kau
Akulah yang mengendarai perpisahan