Bertanya Tentang RAM Merupakan Sebuah Ketidaksopanan

Ehem, hari ini, Kamis, tanggal *lihat kalender* 13 April 2017, pukul 21.16 WITA, detiknya tidak terhitung karena terus berjalan, saya, Agung, mewakili semua orang di seluruh dunia, yang memiliki spek komputer minimalis dengan RAM yang bersahaja, menyatakan bahwa, RAM adalah privasi umat manusia. Oleh karena itu, menanyakan tentang RAM kepada orang lain adalah sebuah ketidaksopanan. Mengenai alasan dari pernyataan saya, silahkan simak penjelasan berikut.

Suatu hari, entah hari apa, semasa saya masih muda dulu. Ketika itu saya baru kelas X SMA, freshman. Saat itu saya ingat adalah hari pertama pelajaran B,Inggris. Kami yg baru selesai pelajaran entah apa saya lupa, segera pindah menuju ruang B.Inggris I (btw dulu pas kelas X enak, masih moving class, bisa menyempatkan diri ke kantin di saat ganti mapel). Saya dapati di ruangan itu duduk seorang wanita, yang belum saya tau siapa.

Singkat cerita, beliau mengenalkan diri dengan nama *sensor*. Kemudian beliau bertanya, “apakah ada yang ingin bertanya?”

Seorang teman saya kemudian mengangkat tangan dan menanyakan usia beliau. Ibu Guru pun tersenyum sembari menyebutkan usianya. Kemudian beliau sedikit ceramah bahwa kami sebenarnya tidak boleh sembarangan menanyakan umur, karena di banyak tempat, usia seseorang itu adalah hal yang tidak sopan untuk ditanyakan.

Begitu saja cerita tentang masa muda saya, dilanjutkan dengan cerita beberapa waktu lalu. Di suatu grup di telegram, ada penghuni baru. Kemudian, member-member lainnya yang terbiasa ramah dan sopan menanyakan nama dll kepada member baru tersebut. Kemudian, ada oknum X yang bertanya “RAMnya berapa?” kepada member baru.

Jika kalian punya lagu Rude dari Magic, silahkan putar pada bait “Why you gotta be so rude?” Karena bait itu adalah soundtrack dari tulisan ini.

Dari situ, saya pun menyadari sesuatu, kemudian saya berpikir, sampai tiba saatnya saya menulis artikel ini. Saya ingin, mulai sekarang, semua memperlakukan RAM sama seperti perlakuan terhadap usia seseorang. Jika mengejek usia orang lain adalah hal yang tak pantas, mengejek kapasitas RAM seseorang pun bukanlah hal yang pantas. Jika bertanya usia seseorang tidak sopan, bertanya tentang RAM pun adalah hal yang tak sopan, camkan itu! Mulai saat ini, sekarang, biasakan untuk bertutur kata sopan dan baik kepada siapapun.

Akhir kata, jangan lupa join grup @tgramindo di telegram. Miminnya cantik dan baik.

Sudah Lama Tidak Bertemu, Mari Ngeblog Lagi

Hai, lama juga ya saya tidak menyentuh blog ini, semenjak temen saya jaman kelas sepuluh dulu menemukan blog ini, saya putuskan menutup blog ini untuk umum, dan tiba-tiba aja saya sudah lulus SMA sekarang, sudah jadi ronin sembari menunggu SBMPTN tahun depan. Ahhh, kangennya….

Btw, tadi di Banjarmasin baru saja turun hujan, lumayan lah, buat ngeguyur sisa kabut asap sama ngilangin panas. Udaranya jadi enak, serasa baru pulang dari laundry. Semoga kabut asap bisa segera diatasi ya, aamiin.

Lama ga nulis, jadi bingung mau nulis apaan, ya sudahlah, anggap saja ini prolog untuk cerita baru kehidupan saya, cerita saya yg mulai beranjak dari abg jadi abg tua. Semoga kedepannya saya bisa lebih konsisten lagi dalam menulis, dan semoga tulisan-tulisan saya bisa lebih menarik dan tidak secupu dulu (baru baca tulisan2 lama, beh parah bener saya dulu ya).

Yasudah, saya lagi berduka, MU pagi tadi takluk di piala liga dari boro, mana mainnya di Old Trafford, mana Rossi juga dapet hukuman, tambahlah kesedihan ini. Yasudah, cukup sekian, sampai jumpa lain waktu.

Salam damai

Ulangan Matematika

Menggambarkan suasana ulangan matematika pagi tadi

5 menit pertama
Senyum karena nomor 1 gampang

5 menit berikutnya
Senyum mulai pudar karena soal nomor dua cuma mengerti separohnya

20 menit sudah berlalu
Mulai berkeringat dingin karena soal nomor 3 hanya bisa sepertiganya

25 menit
Gelisah, nunduk nunduk dan akhirnya kejedot meja, temen sebelah ngelihat, diketawain

30 menit
Menyerah. Pengibaran bendera putih dimulai. Selesai. Tutup pulpen. Rapikan meja. Pasang wajah dan sikap santai

90 menit
Mengumpul dengan wajah tanpa dosa, lalu ke kantin

Betapa Datar Hidupku

Tulisan ini sukses ditulis setelah membaca postingan barunya Refa diblognya. Kalian tahu Refa kan? Jika tidak, silahkan lihat blogroll saya.

Bermula dari iseng-iseng buka blognya Refa, eh ternyata ada postingan baru. Setelah saya baca sampai selesai, level KEPO saya meningkat drastis. Saya jadi mencaritahu siapa adik kelas di cerita Refa, dan saya sukses menemukannya di sebuah blog, yang salah satu postingannya terkait sekali dengan postingan si Refa :Peace:

Sebenarnya yang mau saya bahas bukan siapa tokoh dalam cerita tersebut, melainkan apa yang sudah dilakukan tokoh di cerita. Kadang-kadang saya merasa jenuh dengan kehidupan saya sendiri. Saya merasa hari-hari berjalan membosankan. Kegiatan saya berputar-putar di tempat tidur-> kamar mandi-> sekolah -> komputer/manga/anime-> tempat tidur lagi. Saya hanya berinteraksi dengan orang lain melalui media jejaring sosial. Dan itu pun jarang dilakukan.

Bahkan teman saya di sekolah baru (SMA) masih tergolong sedikit. Saya lebih sering duduk di pojok kelas atau kantin atau perpustakaan sendiri saja. Kadang muncul perasaan ingin ikut ngobrol bareng teman-teman lain saya yang biasanya saling bergerombol. Tapi saya terlalu malas untuk memulainya.

Jadi saya sangat mendambakan momen-momen seperti yang Refa alami. Sekarang sih hanya sebatas harapan. Entah kapan terwujudnya.

Update 12/02/2016

2016, saya sudah lulus SMA, saya menemukan banyak hal dalam 3 tahun, dan saya nyatakan, saya tidak pernah menyesali satu haripun yang terjadi di masa 3 tahun SMA saya, haha, lucu juga jika saya membaca kembali pos 3 tahun lalu ini, sungguh, apa yang awalnya kamu lihat buruk, akan menjadi baik pada waktunya, percayalah, kawan!

Revolusi Cara Ulangan

Setelah melalui beberapa ulangan, saya berhasil mendapatkan ide untuk menulis di blog ini. Ide ini adalah tentang revolusi cara ulangan.

Dewasa ini, ulangan menjadi momok yang menakutkan untuk setiap murid sekolah. Berbagai cara dilakukan untuk menghadapi ulangan. Ada yang belajar dengan giat, berusaha memasukan kaca pembesar ke mata agar mudah mencontek, menulis seluruh isi buku ke dalam kertas kecil (kerpean), hingga memakan buku. Semua ini terjadi karena apa?

Setelah meneliti dengan seksama, saya menemukan penyebab dari masalah ini. Ternyata akar dari semua masalah adalah karena ulangan itu tutup buku! Ya, tutup buku.

Lalu saya melakukan riset untuk mencari penyelesaian dari masalah ini. Dan setelah bertapa selama 7 detik di kamar mandi, saya menemukan solusinya. Ternyata ulangan itu seharusnya boleh buka buku.

Dengan buka buku, semua murid akan berhenti mencoba menyontek, membuat kerpean, dan segala macam bentuk kecurangan lainnya.

Mungkin jika saya bisa menjadi Menteri Pendidikan, saya akan mengesahkan metode ulangan seperti ini. Tapi, setelah didiskusikan dengan teman sebangku saya, dia langsung melakukan tarian pemanggil hujan, lalu berteriak bahwa saya sudah gila. Tetapi saya diam saja, dalam hati saya berkata, di masa depan dia akan menangis, berlutut, dan berterima kasih kepada saya, bahwa anaknya kelak akan terbantu dalam mengerjakan ulangan.

Sekian dan sama-sama.

Kepadamu

Lagu ini aku dedikasikan untukmu, untuk dedikasimu kepadaku. Lagu yang menggambarkan betapa menderita aku setelah kepergianmu, betapa aku berduka. Lagu ini berjudul It Must Have Been Love, dibawakan oleh Roxette.

It must have been love but it’s over now

Lay a whisper on my pillow
Leave the winter on the ground
I wake up lonely, there’s air of silence
In the bedroom and all around

Touch me now, I close my eyes
And dream away

It must have been love but it’s over now
It must have been good but I lost it somehow
It must have been love but it’s over now
From the moment we touched till the time had run out

Make believing we’re together
That I’m sheltered by your heart
But in and outside, I turned to water
Like a teardrop in your palm

And it’s a hard winter’s day
I dream away

It must have been love but it’s over now

It was all that I wanted, now, I’m living without
It must have been love but it’s over now
It’s where the water flows, it’s where the wind blows

It must have been love but it’s over now
It must have been good but I lost it somehow
It must have been love but it’s over now
From the moment we touched till the time had run out

Yeah, it must have been love but it’s over now
It was all that I wanted, now, I’m living without
It must have been love but it’s over now
It’s where the water flows, it’s where the wind blows

It must have been love but it’s over now
It must have been love but it’s over now

In memoriam, kabel data

Biodata

Nama: Agung Putra
TTL: Rahasia
Alamat: Rahasia
Hal yang disukai: Segala yang santai lagi menyantaikan
Hal yang tidak disukai: Segala yang merepotkan, berdesakan, mengantuk tetapi tidak bisa tidur, liburan dengan pr menumpuk, sabtu malam, kalah main PES, pemain di liga yang saya mainkan di PES cedera, pemain saya dijatuhkan tapi wasit acuh, macet, membersihkan PC, praktek di pelajaran Penjaskes, disuruh menggambar, disuruh menyanyi, disuruh main alat musik, internet lemot, Rossi kalah, Fernando Alonso kalah, MU kalah

Persembahanku Untukmu (Lirik Lagu)

Lirik lagu ini…untukmu yang kukenang. Segala kenangan manis denganmu takkan pernah terlupa.
Hampa – Ari Lasso
Kupejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah
Tentang dirimu
Tentang mimpiku
Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa
Tuhan tolonglah…Diriku
Reff :
Entah dimana…Dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah disana…Slalu rindukan aku
Seperti diriku yang slalu
merindukanmu
Selalu merindukanmu
Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu-satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati…Menjadi berarti
Namun kini kau menghilang
Bagaikan ditelan bumi
Tak pernahkah kau sadari
Arti cintamu…Untukku
Back To : Reff

Aku rindu padamu. Sebulan lebih kebersamaan kita harus terputus begitu saja. Semoga kau membaca tulisanku ini.
Untuk yang tersayang: Liburan