Perpisahan

Di dunia ini, ada hal-hal yang takkan pernah bisa kita kendalikan, sekeras apapun kita berusaha untuk mengendalikannya. Termasuk perpisahan.

Perpisahan, secara sederhana bisa diartikan sebagai akhir dari pertemuan. Semua orang yang merasakan pertemuan, pasti merasakan perpisahan, baik perpisahan secara hakiki ataupun tidak.

Terkadang, kita merasa takut menghadapi perpisahan. Padahal, ketika kita memulai sesuatu, kita sudah masuk ke dalam langkah-langkah menuju perpisahan. Seperti Ari SK2H pernah berkata:

“…Bukankah ketika kita memulai sesuatu, justru sebenarnya kita sedang maju satu langkah untuk mengakhirinya? Waktu hanya sebuah pilihan dari Tuhan untuk manusia. Ada yg bisa menggunakannya dengan bijak, tapi banyak juga yg nggak demikian. Satu yg pasti, waktu nggak pernah berputar mundur, meski hanya sedetik. Dan gw seharusnya lebih bisa menerima apa yg sudah jadi pilihan gw…”

Yah, waktu takkan pernah berjalan mundur, dan waktu hanya datang untuk berlalu, ketika kita berpisah, kita akan berpisah. Walaupun kita memiliki kemungkinan untuk bertemu lagi, tetapi pertemuan tersebut akan sangat berbeda dengan pertemuan pertama. Karena sejarah memiliki kepastian untuk tidak terulang sama persis untuk kedua kali.

Perpisahan memang sesuatu yang pasti, tetapi sebuah pertemuan, selalu menyisakan kenangan.

Dan kalian tahu? Kadang kenangan itu seperti asap tipis yg menguap dari cangkir teh . Dia nyaris tak terlihat, sangat sulit untuk ditangkap, tapi kita tetap bisa merasakan kehangatannya. Bahkan saat dia terurai bersama angin musim gugur yg meniupkan helai demi helai daun momiji dari pucuk merahnya.

Petikan kata-kata yang ditulis oleh Ariadi Ginting di ebooknya. Ya, kenangan itu akan selalu terasa hangat. Kenangan tercipta ketika kita merasa rindu akan masa lalu. Kita selalu punya kenangan untuk menikmati kembali setiap momen yang telah berlalu.

Cinta yang Memilukan

Aku duduk di kursi di samping jendela. Kursi yang menemani hari-hariku selama 4 tahun. Menjadi saksi antara kisahku dengannya.

Kupandangi lagi tempat di depanku. Tempat itu kosong…sunyi. Lalu perlahan pikiranku menerawang, menelusuri memori 2 minggu yang lalu. Kudapati diriku berjalan tergesa. Masih dengan seragam sekolah, dan tas. Aku baru pulang sekolah. Aku ingin segera bertemu dengannya. Belakangan ini dia sakit-sakitan. Aku ingin merawatnya.

Akhirnya aku sampai, bergegas mengganti pakaian. Aku temui dia, dengan senyum mengembang di bibir. Lalu perlahan, senyumku memudar. Kudapati dia terkulai lemas, dengan tubuh kaku dan dingin. Aku tak percaya, kupikir ini hanya lelucon. Tapi semua ini nyata, dia sepertinya telah pergi.

Aku tak menyerah. Kubawa dia ke Rumah Sakit. Dokter segera menanganinya.

Aku duduk di kursi di depan ruangannya. Aku gelisah. Lalu kulihat dokter keluar dari ruangannya.
“Gimana keadaannya dok?” Tanyaku.
Dokter menunduk, lalu berkata
“Ikhlaskan dia”

Mendadak kakiku lemas. Aku seperti terhempas dari ketinggian. Sakit. Dadaku sesak.

Kini kudapati aku lagi. Duduk di kursi itu. Sendiri. Tanpa dia, yang sudah menemaniku 4 tahun ini. Perlahan, aku merasa mataku meneteskan sesuatu. Lalu kusadari, itu airmata. Akhirnya aku tau, cintaku padanya begitu dalam. Sampai menggoreskan luka, yang tak bisa terobati, karena dia takkan kembali. Takkan pernah kembali.

Rest in Peace… My Computer.


cerita ini didramatisir. Tapi kematian komputerku nyata. Kesedihankupun nyata, tapi tanpa airmata lho.

Permainan

Pernah ada suatu masa, ketika aku senang sekali bermain game komputer. Dan masa itu adalah sekarang. Aku memainkan berbagai game, dari sepakbola, petualangan, sampai simulasi sejenis the sims.

Entah kenapa setiap bermain game, aku merasa tokoh di dalam game itu adalah aku. Aku menganggap permainan itu adalah gambaran aku yang tak mungkin ada di kehidupan nyata. Lama-kelamaan, semuanya jadi semacam pelampiasan.

Hari ini aku menyadari sesuatu. Dunia ini terlalu luas dan mubazir jika dihabiskan dengan duduk berjam-jam di delan komputer. Masih banyak kesempatan untuk memperbaiki diri. Aku masih bisa bermain sepak bola sungguhan, berinteraksi dengan manusia sungguhan. Masih banyak tanah yang menyajikan petualangan menarik. Jika dulu aku memasukan semua keinginanku yang tak tercapai ke dalam game, maka mulai sekarang aku akan mencoba menjadikan hidupku ini menjadi sebuah game, game yang menarik.

Dan level 1 dari game bergrafis mahanyata ini adalah…mengerjakan soal-soal B. Inggris 😦

Minggu Melelahkan (Mengesalkan)

Hari ini aku merasa ngantuk yang teramat sangat. Semua ini disponsori oleh bangun pagi (biasanya jadi kebo kalau hari Minggu). Ya, hari ini aku harus bangun pagi. Kenapa? Karena hari ini ada remedial Penjaskes, dan aku harus ikut remedial itu.

Semua ini terjadi karena di Jum’at lalu, saat ujian praktek Penjaskes, aku mengalami kegagalan total. Jadi mau tidak mau aku harus mengulang.

Aku ke sekolah di antar tukang ojek langganan yang gak pernah mau dikasih bayaran. Kenapa? Ya iyalah, kan dia kakakku sendiri. Udah mirip aja dia ama tukang ojek.

Sesampainya di laut, kukabarkan semuanya, pada karang pada ombak pada matahari~. Tetapi semua diam, tetapi semua bisu, tinggalah ku sendiri, terpaku menatap langit.

Anggaplah paragraf sebelumnya itu backsound. Sesampainya di sekolah, aku dipanggil untuk remedial Voli. Dan kalian harus tahu, aku gagal lagi! Setelah mengulang sekali lagi, akhirnya berhasil.

Skip langsung aja ke siang hari. Aku sedang berguling-guling di tempat tidur, sambil nonton berita bola. Ya, acara yang aku tonton di TV akhir-akhir ini paling berita, berita olahraga, semacam wisata kuliner, dan kartun. Aku malas sekali kalau ada TV yang menayangkan sinetron. Apalagi sinetron yang bertahun-tahun gak tamat dan ceritanya mulai ngaco semacam Putra yang Ditikar.

Lagi asik-asiknya nonton, temanku sms “Gung, aku di depan komplekmu. Ke sini.” Ini orang gak tau apa aku lagi nyantai.

Dengan malas-malasan aku ambil sepeda butut yang rantainya suka berkhianat. Sesampainya di depan, dia bilang minta temani ke warnet. Halah.

Yaudah langsung aja. Sampai di warnet, ternyata kalian tahu apa yang dimintanya? Dia minta dibikinkan akun fesbuk! Astaghfirullah. Yaudah aku bikin trus pulang. Jalanan gersang nan jauh harus kutempuh dan akhirnya kutemukan oase yang melepas segala dahaga. Dan itu adalah rumahku sendiri. Akhirnya santai.

Baru sebentar santai, aku ingat sesuatu. Besok Try Out! Sepertinya Tuhan tidak mengizinkanku santai 😦

Hasil Try Out

Kemarin hasil try out dibagikan. Saya sebenarnya lupa kalau baru saja try out. Nah…pas habis pelajaran TIK, saya keluar dari lab. Lalu saya menemukan fakta yang mengejutkan! Di papan pengumuman banyak siswa kelas 9 bergerombol. Saya mulai menganalisis keadaan ini. Saya menemukan beberapa kemungkinan:
1. Sedang ada yang bagi-bagi zakat
2. Demo menuntut turunnya KepSek
3. Ada yang berantem
4. Mungkin di papan pengumuman ada ditempel foto buronan plus imbalan jika menemukannya
5. Semua yang saya lihat hanya ilusi

Tetapi dari 5 dugaan saya, tidak ada yang benar. Dan kenyataannya sangat mengejutkan, hasil try out ditempel di papan pengumuman.

Setelah menemukan fakta tersebut, saya berlari sekencang-kencangnya….ke WC. Saya kebelet pipis. Setelah tuntas, saya pun kembali ke papan pengumuman yang mulai sunyi.

Saya mendekat, menengok ke atas, mencari nama saya, dan ternyata….saya lulus. Tetapi nilai malah dua mapel turun, satu mapel naik, dan satu lagi gak berubah. Berikut laporan hasil try out saya:
1. B. Indonesia, ini mengalami kenaikan walau kenaikannya gak sampai menyentuh angka 1,0.
2. B. Inggris, mengalami penurunan sampai 1,0
3. Matematika, tetap gak berubah dari try out satu, tetap aja nilainya cuma 7,0
4. IPA, mengalami penurunan 0,75, dan saya yakin kebanyakan jawaban salah disumbang dari Biologi.

Sekian laporan dari saya. Saya harus mengerjakan makalah yang belum selesai. Gudbay.

Try Out…oh…Try Out

Mulai senin kemarin, try out diadakan lagi. Rasanya sih enak aja, bisa pulang cepat, tapi yang gak enaknya membaca ulang materi, trus menghitami 50 lebih bulatan, yang kadang suka keluar garis. Dan lebih parah lagi, saya lupa besok mapel apa.

Sedikit review try out dua hari ini:
1. Kemarin mapel B.Indonesia, lumayan lah. Tapi saya gak yakin bisa dapet nilai bagus, setiap jawaban yang saya pilih, selalu ada perasaan dilema. Seperti kata “Bener gak nih” berputar terus menerus di otak saya. Di try out pertama kemarin, saya cuma dapat nilai 7.6. Haduh, B.Indonesia saja lemah begini, sebagai negarawan budiman saya merasa malu. Sempat terlintas di pikiran saya untuk harakiri, tetapi saya urungkan. Kalaupun gak bisa diurungkan, saya hanya akan harakiri menggunakan pensil.

2. Hari ini B.Inggris. Jika digambarkan dengan kata-kata, maka yang paling tepat adalah “Gagal total”. Padahal try out pertama kemarin saya dapat 9. Artinya cuma salah.*mikir*.. 5. Tapi kali ini saya benar-benar gagal, banyak kosa kata yang saya tidak tahu artinya, dan ada beberapa yang saya tahu, tetapi lupa. Sebagai negarawan tampan, saya tambah malu. Saya pertimbangkan lagi untuk harakiri, tetapi lagi-lagi saya urungkan. Saya harus hidup lebih lama lagi, agar bisa menikmati Hajime no Ippo sampai tamat.

Sekian reviewnya. Dan satu lagi, doa’in dong biar saya sukses di 2 mapel tersisa. Eh iya, gambar di atas saya comot dari sini. Gudbay deh.