Cinta yang Memilukan

Aku duduk di kursi di samping jendela. Kursi yang menemani hari-hariku selama 4 tahun. Menjadi saksi antara kisahku dengannya.

Kupandangi lagi tempat di depanku. Tempat itu kosong…sunyi. Lalu perlahan pikiranku menerawang, menelusuri memori 2 minggu yang lalu. Kudapati diriku berjalan tergesa. Masih dengan seragam sekolah, dan tas. Aku baru pulang sekolah. Aku ingin segera bertemu dengannya. Belakangan ini dia sakit-sakitan. Aku ingin merawatnya.

Akhirnya aku sampai, bergegas mengganti pakaian. Aku temui dia, dengan senyum mengembang di bibir. Lalu perlahan, senyumku memudar. Kudapati dia terkulai lemas, dengan tubuh kaku dan dingin. Aku tak percaya, kupikir ini hanya lelucon. Tapi semua ini nyata, dia sepertinya telah pergi.

Aku tak menyerah. Kubawa dia ke Rumah Sakit. Dokter segera menanganinya.

Aku duduk di kursi di depan ruangannya. Aku gelisah. Lalu kulihat dokter keluar dari ruangannya.
“Gimana keadaannya dok?” Tanyaku.
Dokter menunduk, lalu berkata
“Ikhlaskan dia”

Mendadak kakiku lemas. Aku seperti terhempas dari ketinggian. Sakit. Dadaku sesak.

Kini kudapati aku lagi. Duduk di kursi itu. Sendiri. Tanpa dia, yang sudah menemaniku 4 tahun ini. Perlahan, aku merasa mataku meneteskan sesuatu. Lalu kusadari, itu airmata. Akhirnya aku tau, cintaku padanya begitu dalam. Sampai menggoreskan luka, yang tak bisa terobati, karena dia takkan kembali. Takkan pernah kembali.

Rest in Peace… My Computer.


cerita ini didramatisir. Tapi kematian komputerku nyata. Kesedihankupun nyata, tapi tanpa airmata lho.

15 pemikiran pada “Cinta yang Memilukan

  1. Antiklimaks 😐 Nipus abis!
    Bacanya udah deg-degan banget, kirain sanak saudara
    Gak taunya…. Uh, Agung ja’at 😦

  2. kirain ada yang meninggal ternyata kompie nya yang udah tutup usia..
    beli kompie baru mas πŸ˜†

  3. dasar kampreeett, nyaris galau gue dibuatnya..
    T_T

  4. hehehe.. ceritanya bagus dah πŸ˜€
    kirain beneran..

  5. Ah set dah. ujungnya ceritanya membuat saya ingin membanting laptop πŸ™‚

  6. Kaget. Kirain galau beneran. Antiklimaks abis.
    Kirain Agung jatuh cinta. Ternyata… :foreveralone:

  7. Bukan dokter itu mah, elu bilang teknisi :hammer:

    “Sepertinya karena sering mati lampu” seraya meletakkan obengnya :hammer:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s