Jejak

Jika ingin dikenang tinggalkan jejak, kata seorang blogger yang saya lupa alamat blognya. Saya sudah tinggalkan jejak, tapi hilang. Saya tak dikenang. Setelah diteliti ternyata saya salah menempatkan jejak. Jejal saya ada di atas air. Mana bisa tercetak?

Saya pun meninggalkan jejak kedua, tapi akhirnya jejak itu hilang lagi, ternyata saya meninggalkan jejak di pasir. Ketika angin berhembus, jejak itu terbang bersama pasir. Saya tak dikenang lagi.

Saya pun meninggalkan jejal ketiga. Ternyata jejak tersebut hilang lagi. Saya tersadar, jejak itu saya tempatkan di tanah yang keras. Jejak saya tak tercetak lagi. Gagal lagi.

Saya tinggalkan jejak keempat. Lagi-lagi saya tak dikenang. Jejak saya ternyata ditempatkan di aspal.

Seterusnya saya meninggalkan jejak. Tapi jejak-jejak tersebut lagi-lagi luntur.

Jadi, apa maknanya?

4 pemikiran pada “Jejak

  1. sia-sia…,tapi jangan cepat menyerah ya…,ayo semangat!!!
    tetaplah meninggalkan jejak, yakinlah jejak tersebut akan dikenang oleh banyak orang…,^_^v

  2. tak penting dimana kita meninggalkan jejak,
    Karena jejak tidak akan kita bawa untuk kedepannya,
    Dia akan tertinggal bgtu kita melangkah..
    Huahuahuahuah.. Uhuk uhuk..

  3. coba tinggalin jejaknya dihati šŸ˜€

  4. Kalau kita hanya meninggalkan jejak, pasti akan hilang.
    So, . . . . (masih dipikirkan :D)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s