Komentar Agung yang (mungkin) Subyektif tentang Kematian Simoncelli

Sebelumnya saya ucapkan turut berduka atas meninggalnya Marco Simoncelli dalam balapan di sirkuit Sepang hari Minggu lalu, rider yang meninggal di arena biasanya meninggalkan kesan yang kuat. Kasian Honda yang sering ketimpa rider meninggal.

Aku melihat di detiksport, sepertinya ada yang menyalahkan Valentino Rossi dan Colin Edward atas kematian Super Sic, makanya ada kalimat Mateo apa gitu namanya (yang komentator MotoGP Trans7) yang mau aku kutip di Sepang saat race dihentikan, kurang lebih begini:
“Ketika mereka menyanggupi mengikuti balapan, mereka harus siap atas segala risiko yang mungkin menimpa mereka”

Itu cuman seingatku ya, jadi kalo salah mohon koreksinya. So, kematian Simoncelli kemarin kayaknya gak ada yang patut dipersalahkan deh, soalnya kalo gak mau mati, ya gak usah ikut balapan. Kita yang ditinggalkan cuman bisa mendoakan yang meninggal. Toh kalo dicari sumber permasalahannya dengan main tuduh sana-sini gak akan membuat Simoncelli bangkit kembali.

Sekian, semoga aku tak diamuk Fans Fanatik salah satu pihak, Amin. Race in Peace.

13 pemikiran pada “Komentar Agung yang (mungkin) Subyektif tentang Kematian Simoncelli

  1. Bener banget. semua pekerjaan emang ada resikonya. lagian kalo udah takdir, mau nyalahin siapa ya? hehehe

    Btw, selamat ahri blogger nasional, Masbro… πŸ˜€

  2. Semua merasa kehilangan denga perginya si kribo simoncelli bro.
    Rest in peace!!!

  3. setujuh, rossi dan edwards juga tak perlu merasa bersalah..kita semua nunggu kapan sepang akan dimulai lagi dan segala bentuk koreksi dari insiden kemarin,perbaikannya…

  4. Kunjungan lagi ke blog ini… hehehe πŸ™‚
    ditunggu kunjungan dan komentar baliknya πŸ™‚
    salam persahabatan πŸ™‚

  5. Kalau saya lihat, waktu itu kan Simoncelli sudah jatuh duluan. Sementara edward dan rossi posisinya agak jauh. Imbas jatuhnya simoncelli ke arah mereka berdua membuat edrwad dan rossi gak bisa melakukan pengereman secara mendadak. Ya bagaimana mau ngerem kalau posisi kecepatan saja sudah di atas 200 km/jam, menghindar pun sudah tak bisa.

  6. Hehehe. . . bener kata mateo. Saat pembalap sudah ,meyanggupi untuk balapan, maka mereka sudah siap untuk menghadapi semua resikonya. Termasuk resiko terburuk sekalipun. Gak ada yg bisa di salahkan disini karena itu adalah resikonya. Semua pembalap moto gp mempunyai resiko yg sama di setiap race. Trgantung bagaimana dari masing2 pembalapnya utuk menghindari/memperkecil resiko yg akan mereka alami. Sekian #Tidur. . . zzzzz

  7. simoncelli juga katanya pernah kena marah karena caranya menyetir yang emang gak pernah memperhatikan keselamatannya lupa sama siapa gitu πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s