Mellow

Ehmm, selamat malam pemirsa, selamat berbuka, dan selamat siap-siap melaksanakan tarawih. Gak kerasa udah hari ke-11 (mungkin?) kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Semoga kita bisa melatih diri selama sebulan penuh, dan setelah itu mempraktekkannya di 11 bulan berikutnya, dst.

Entah kenapa, hari ini mod gw mellow-mellow gak jelas, apalagi setelah menamatkan membaca kisah Sepasang Kaos Kaki Hitam. Setelah membaca akhir kisah yang panjang dari agan pujangga.lama a.k.a Ari tersebut, gw hampir mewek-mewek, dan mood seharian langsung berubah.

Ada beberapa hal yang dapat gw simpulkan dari kisah tsb:
1. Life must go on, tanpa dijelaskan pun semua sudah tahu poin ini
2. Cinta tak harus memiliki, kalo yang ini gw malas mikirnya, berat banget bagi otak gw yang sekarang, kalo ngomong cintrong
3. Hidup adalah pilihan, seperti di bagian akhir kisah itu, baca deh, kalian akan menemukan fakta bahwa agan pujangga.lama harus memikih antara mengejar tante Meva atau membiarkan tante Meva mengejar mimpinya
4. Suatu hal baru, contohnya pertemuan, sebenarnya hanyalah jalan yang entah panjang atau pendek untuk menemukan papan bertuliskan perpisahan, well, poin ini juga berat dipikirin
Masih banyak lagi pelajaran yang bisa ditarik, dan susah dijelasin. So, kalian baca aja kisah itu sampai tuntas.

Hmm, kalo udah mellow seperti ini, pikiran gw melayang jauh ke beberapa tahun lalu, saat gw masih di kota kelahiran, namanya Amuntai. Hahaha, aneh ya gw, tapi itulah gw, yang tinggal di sana sejak lahir, hingga kelas 7 SMP, susah buat dilupain, sahabat gw, kenangan manis pahit gw, guru gw, sekolah gw, jalan yang biasa gw laluin, dermaga tempat gw main waktu kecil, TK yang disulap jadi lapangan bola, teman main PS2 di rental, taman tempat gw main perosotan, bau tanah setelah hujan, toko buku yang biasa gw kunjungin, patung itik dekat rumah gw, halaman rumah gw yang dipake orang buat panjat pinang pas 17-an, mesjid tempat gw shalat Jum’at, bahkan teman berantem dulu juga gw rinduin. Hahaha, dulu gw gak pernah merasa akan mengalami saat-saat seperti ini, hingga tanggal 18 Juli tahun lalu, gw pergi, meninggalkan gerbang sebuah kota yang bertuliskan Amuntai, setelah sekarang gw tak menyangka bahwa dengan tulus gw berkat, terima kasih atas segala pengalaman yang telah diberikan. Kenangan itu tak akan pernah, dan tak akan bisa gw lupain.

14 pemikiran pada “Mellow

  1. mengenang masa indah ya ……..

    salam

  2. nice, gue juga kadang suka keinget lagi Bro sama masa kecil gue dulu. Seru banget kayanya waktu kecil ya..

  3. Link Agunk sudah terpasang di Sahabat irfan handi section A.
    Terimakasih telah berbagi.

  4. masa kecil emang seru, gue jd inget lg waktu masih tinggal di jalanan yg sepi, enak banget, gak kayak sekarang yg di dpn rumah udah ngeliat motor sm mobil pada seliweran

  5. cerita masa lalu yang indah takkan terlupa dan slalu ngangenin ๐Ÿ™‚

  6. masa lalu selalu indah brow … makanya masa lalu dijadikan “happy thought” saya kalau saya sedang bete atau down :mrgreen:

  7. yg tlah berlalu emang indah utk dikenang selalu ๐Ÿ™‚

  8. kesimpulan lu no 2, berat banget bro buat diterima ama hati yang paling dalam(tssah)..

  9. “What happens have reasons,” gung. Semua yang ada didunia, sudah direncanakan oleh semesta.
    Ngomong-ngomong soal cinta tak harus memiliki, menurut gue sih, orang yang bilang begitu adalah orang yang merasa… hmm, nggak pernah diakui.

  10. Ayo gung, ngepost lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s