Ulangan Selesai dan Cerita Saat PAI

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh
Saleem semuanye, apa kabarnye? Lama gak ketemu.

Ulangan sudah berakhir. Sebenarnya selesainya Senin tadi, tapi baru bisa cerita sekarang. Banyak hal kulalui selama ulangan, terutama saat ulangan Matematika. Jadi ceritanya, aku belajar mati-matian dan hidup-hidupan untuk menghadapi ulangan Matematika ini. Tapi sodara-sodara, semua hafalan rumus langsung hilang saat berhadapan dengan soal. Oh no, semuanya aku lupa. Kalap karena tak mampu menjawab soal, aku pun menggunakan strategi B, strategi yang sebenarnya tak ingin kupakai. Strategi ini tidak lain dan tidak bukan adalah…..
.
.
.
keberuntungan, ya…benar, keberuntungan. Kalo dalam bahasa Inggris disebut lucky, kalo di Banjarmasin disebut bahapal. Hahahahaha *keselek*. Strategi ini tidaklah mudah dilakukan, melainkan harus memenuhi beberapa unsur, yaitu:
1. Doa
Ini unsur terpenting dari strategi keberuntungan. Doa harus kita panjatkan dengan penuh khusu’, memohon ridho Allah swt, agar mau menyulap para guru jadi bermata jereng, jawaban yang salah jadi benar. Muahehehe.
2. Feeling
Ini juga dibutuhkan dalam strategi keberuntungan. Jadi kalo kita tidak mampu merasakan jawaban yang benar bakal susah. Kita bisa plin-plan ntar, ini dirasa benar, itu juga. Intinya feeling sangat penting.
3. Sedikit Berfikir
Ya, berfikirlah sedikit. Kali aja kita bisa menyusun rumus dari data yang diperoleh dari soal.
4. Keberuntungan
Ini mah gak perlu dijelaskan juga udah pada tau. Soalnya kalo gak beruntung alias sial mulu mau apa?

Itulah beberapa unsur dari strategi keberuntungan, tentu saja versi salahnya. Kan kata Thomas .A. Edison “keberuntungan adalah saat kesempatan bertemu kesiapan”
Mohon doanya agar saya naik kelas.

Sekarang kami masih pergi ke sekolah tiap hari. Kerjaannya sih cuman ngabsen dan keluyuran. Kenapa gak diliburin aja sih? Hidup sekarang amat nyaman. Semuanya mengalir tenang dan santai. Jadi ingat setahun lalu aku masih murid baru. Tak punya teman. Kini setahun berlalu dan kami akan naik ke kelas 9 (kalo naik). Jadi ingat saat sebelum ulangan, pas pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam), disuruh baca Al-Qur’an, hampir aku gak dapat giliran.

Sebenarnya giliranku setelah FAU (baca halaman Tentang Agung), tapi MAR dengan sukses mempecundangi aku dalam adu…adu apa ya bahasa Indonesianya. Oh ya suit, jadi aku kalah dengan skor 5-4. Jadi MAR duluan, giliranku saat hampir bel pelajaran selesai.
5 menit terakhir
oh, akhirnya tiba giliranku untuk menimba nilai, tiba-tiba saat aku hendak membaca, ada anak mengacungkan jari untuk bertanya. Dialognya dengan Pak Guru berlangsung semenit. Hal ini menginspirasi FAU dan MAR untuk menggagalkanku dapat nilai. FAU berteriak “pak”, lalu maju dengan lambat seperti video di slow motian, lalu berkata “Izin ke toilet”. Sialan FAU, suatu hari nanti akan kubayar segala penghinaan ini *korban sinetron laga di Indosiar*
2 menit terakhir
aku sukses membaca cepat dan tepat yang kudapat dari belajar mengaji di TK Al-Qur’an dulu.

Muahehehe, kau gagal FAU, kau gagal. Kau juga MAR, aku sukses. AKU SUKSES

Tet…tet…tet
yeah, mission success. Bel telah berbunyi dan aku sukses.

Sekian deh postinganku, capek ngetik di hape nokia 5310nya nyokap. Hapeku batrenya habis dan listrik mati.
Wassalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

2 pemikiran pada “Ulangan Selesai dan Cerita Saat PAI

  1. Pertamaxx, semoga naik kelas deh Bro. Hahahaha…

    agung: saya naik kelas tadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s