Potret Kemiskinan dan Gayus Tambunan


Potret Kemiskinan Negri

Saya bukan politikus, pengamat, pejabat, ataupun apalah itu namanya. Saya hanya orang biasa yang ingin menumpahkan curahan hati ini ke dalam blog. Disaat pemerintah ngaku berhasil nekan kemiskinan, dan koruptor macam Gayus Tambunan merajalela, rakyat miskin justru dilupakan. Kata yang ane bold itu yang mau ane bahas.

Menekan kemiskinan? Apakah benar? Mungkin benar mungkin tidak, hanya tuhan yang tahu. Orang banyak berkata bahwa pemerintah bohong, tapi ane berusaha melihat apa yang dimaksud oleh para penguasa. Mungkin yang dimaksud adalah mengurangi, bukan menghapus. Tapi apa ada buktinya, mungkin kalau ditanyakan, angkalah buktinya. Sedangkan bukti nyata? Rasanya saya gak pernah lihat bukti itu. Tadi pagi ane denger berita di TV, ada orang makan tikus saking miskinnya gak punya uang. Miris saya melihatnya. Menurut saya, Indonesia yang sekarang adalah negeri dimana yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Rasanya kemiskinan itu sulit untuk dihapus, bahkan di negara maju seperti AS pun kemiskinan pasti terlihat. Sebenarnya yang ane dan rakyat pingin gak muluk-muluk, walaupun miskin jangan sampai gak punya rumah atau gubuk, penggusuran dimana-mana sepertinya tidak diperdulikan pemerintah. Adakah mereka yang berkuasa mau untuk memberi tempat tinggal ke mereka? Saya gak tau. Padahal demokrasi artinya pemerintahan rakyat, menurut buku PKn dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kayaknya bagi orang macam Gayus yang diambil makna nya hanyalah dari rakyat dan oleh rakyat. Menurut Iwan Fals, melalui lagunya keinginan rakyat :

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Reff:

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Kembali ke: Reff

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini

gak muluk-muluk bukan?
Gayus Tambunan
Orang ini lagi jadi hot topic seantero negeri, namanya muncul di berbagai berita. Sampai-sampai dibikin lagu:

11 Maret
Diriku masuk penjara
Awal ku menjalani
Proses masa tahanan
Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran
Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak
Seperti para koruptor
Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan
7 Oktober
kubebas dari penjara
Menghirup udara segar
Lepaskan penderitaan
Wahai saudara
Dan para sahabatku
Lakukan yang terbaik
Jangan engkau salah arah
Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan
Biarlah semua menjadi kenangan
Kenangan yang pahit
dalam hidup ini
Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Kasian orang macam Bona pencipta lagi diatas, hukum yang gak adil, Gayus yang gak menyesali perbuatannya, lengkap sudah penderitaan rakyat negri ini ditambah bencana alam dan kemiskinan. Kalau saya udah mikir begitu, rasanya pengen ramalan Jayabaya jadi kenyataan.

***

post ini hanya pemikiran seorang anak SMP yang rakyat biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s