Kelas 2 SD

Hej bruh, been a while. Barusan ngecek blog dan dapet ucapan selamat 7 tahun dari WordPress. Ckckck. Ga nyangka ini blog udah 7 tahun, kirain kaya blog-blog saya yang lainnya yang kini udah lenyap.

Screenshot from 2017-06-27 17-18-33

7 tahun kalau bocah udah mau kelas 2 SD. Waktu saya kelas 2 SD dulu saya dikhitan. Itu pengalaman paling menyakitkan kayaknya semasa saya muda. Btw kalau kalian suka My Chemical Romance, dan denger lagu Disenchanted, dan kalian cowo, kalian pasti tau maksud lagu tersebut.

Tiap saya denger lagu itu, pas bagian “It was a lie when they smiled and said you won’t feel a thing” dinyanyikan, memori semasa saya dikhitan itu terngiang selalu. Saat ibu saya bilang gpp, kaya digigit semut, dan saya akhirnya sadar kalau semua itu bohong! Mana ada semut gigit sesakit itu. Semut tak pernah membuatku menangis.

Btw, 7 tahun lalu berarti 27 Juni 2010, sekitar sebulan sebelum saya pindah sekolah ke Banjarmasin. Waktu itu koneksi internet rada terbatas di tempat kelahiran saya. Saya bikin blog ini di warnet. Di rumah pc saya kayaknya masih make ubuntu jaunty jackalope. CD ubuntu 10.04 masih otw dari belanda pas saya pesan di shipit. Dan saya masih sangat muda! Baru mau kelas 8. Ckckck. Waktu berlalu begitu cepat.

Udah dulu nulisnya gaes, besok saya mau mudik ke kota tempat saya bikin blog ini. Semoga saya bisa konsisten ngeblog lagi. Dadah.

Bertanya Tentang RAM Merupakan Sebuah Ketidaksopanan

Ehem, hari ini, Kamis, tanggal *lihat kalender* 13 April 2017, pukul 21.16 WITA, detiknya tidak terhitung karena terus berjalan, saya, Agung, mewakili semua orang di seluruh dunia, yang memiliki spek komputer minimalis dengan RAM yang bersahaja, menyatakan bahwa, RAM adalah privasi umat manusia. Oleh karena itu, menanyakan tentang RAM kepada orang lain adalah sebuah ketidaksopanan. Mengenai alasan dari pernyataan saya, silahkan simak penjelasan berikut.

Suatu hari, entah hari apa, semasa saya masih muda dulu. Ketika itu saya baru kelas X SMA, freshman. Saat itu saya ingat adalah hari pertama pelajaran B,Inggris. Kami yg baru selesai pelajaran entah apa saya lupa, segera pindah menuju ruang B.Inggris I (btw dulu pas kelas X enak, masih moving class, bisa menyempatkan diri ke kantin di saat ganti mapel). Saya dapati di ruangan itu duduk seorang wanita, yang belum saya tau siapa.

Singkat cerita, beliau mengenalkan diri dengan nama *sensor*. Kemudian beliau bertanya, “apakah ada yang ingin bertanya?”

Seorang teman saya kemudian mengangkat tangan dan menanyakan usia beliau. Ibu Guru pun tersenyum sembari menyebutkan usianya. Kemudian beliau sedikit ceramah bahwa kami sebenarnya tidak boleh sembarangan menanyakan umur, karena di banyak tempat, usia seseorang itu adalah hal yang tidak sopan untuk ditanyakan.

Begitu saja cerita tentang masa muda saya, dilanjutkan dengan cerita beberapa waktu lalu. Di suatu grup di telegram, ada penghuni baru. Kemudian, member-member lainnya yang terbiasa ramah dan sopan menanyakan nama dll kepada member baru tersebut. Kemudian, ada oknum X yang bertanya “RAMnya berapa?” kepada member baru.

Jika kalian punya lagu Rude dari Magic, silahkan putar pada bait “Why you gotta be so rude?” Karena bait itu adalah soundtrack dari tulisan ini.

Dari situ, saya pun menyadari sesuatu, kemudian saya berpikir, sampai tiba saatnya saya menulis artikel ini. Saya ingin, mulai sekarang, semua memperlakukan RAM sama seperti perlakuan terhadap usia seseorang. Jika mengejek usia orang lain adalah hal yang tak pantas, mengejek kapasitas RAM seseorang pun bukanlah hal yang pantas. Jika bertanya usia seseorang tidak sopan, bertanya tentang RAM pun adalah hal yang tak sopan, camkan itu! Mulai saat ini, sekarang, biasakan untuk bertutur kata sopan dan baik kepada siapapun.

Akhir kata, jangan lupa join grup @tgramindo di telegram. Miminnya cantik dan baik.

Sudah Lama Tidak Bertemu, Mari Ngeblog Lagi

Hai, lama juga ya saya tidak menyentuh blog ini, semenjak temen saya jaman kelas sepuluh dulu menemukan blog ini, saya putuskan menutup blog ini untuk umum, dan tiba-tiba aja saya sudah lulus SMA sekarang, sudah jadi ronin sembari menunggu SBMPTN tahun depan. Ahhh, kangennya….

Btw, tadi di Banjarmasin baru saja turun hujan, lumayan lah, buat ngeguyur sisa kabut asap sama ngilangin panas. Udaranya jadi enak, serasa baru pulang dari laundry. Semoga kabut asap bisa segera diatasi ya, aamiin.

Lama ga nulis, jadi bingung mau nulis apaan, ya sudahlah, anggap saja ini prolog untuk cerita baru kehidupan saya, cerita saya yg mulai beranjak dari abg jadi abg tua. Semoga kedepannya saya bisa lebih konsisten lagi dalam menulis, dan semoga tulisan-tulisan saya bisa lebih menarik dan tidak secupu dulu (baru baca tulisan2 lama, beh parah bener saya dulu ya).

Yasudah, saya lagi berduka, MU pagi tadi takluk di piala liga dari boro, mana mainnya di Old Trafford, mana Rossi juga dapet hukuman, tambahlah kesedihan ini. Yasudah, cukup sekian, sampai jumpa lain waktu.

Salam damai

Ulangan Matematika

Menggambarkan suasana ulangan matematika pagi tadi

5 menit pertama
Senyum karena nomor 1 gampang

5 menit berikutnya
Senyum mulai pudar karena soal nomor dua cuma mengerti separohnya

20 menit sudah berlalu
Mulai berkeringat dingin karena soal nomor 3 hanya bisa sepertiganya

25 menit
Gelisah, nunduk nunduk dan akhirnya kejedot meja, temen sebelah ngelihat, diketawain

30 menit
Menyerah. Pengibaran bendera putih dimulai. Selesai. Tutup pulpen. Rapikan meja. Pasang wajah dan sikap santai

90 menit
Mengumpul dengan wajah tanpa dosa, lalu ke kantin

Perpisahan

Di dunia ini, ada hal-hal yang takkan pernah bisa kita kendalikan, sekeras apapun kita berusaha untuk mengendalikannya. Termasuk perpisahan.

Perpisahan, secara sederhana bisa diartikan sebagai akhir dari pertemuan. Semua orang yang merasakan pertemuan, pasti merasakan perpisahan, baik perpisahan secara hakiki ataupun tidak.

Terkadang, kita merasa takut menghadapi perpisahan. Padahal, ketika kita memulai sesuatu, kita sudah masuk ke dalam langkah-langkah menuju perpisahan. Seperti Ari SK2H pernah berkata:

“…Bukankah ketika kita memulai sesuatu, justru sebenarnya kita sedang maju satu langkah untuk mengakhirinya? Waktu hanya sebuah pilihan dari Tuhan untuk manusia. Ada yg bisa menggunakannya dengan bijak, tapi banyak juga yg nggak demikian. Satu yg pasti, waktu nggak pernah berputar mundur, meski hanya sedetik. Dan gw seharusnya lebih bisa menerima apa yg sudah jadi pilihan gw…”

Yah, waktu takkan pernah berjalan mundur, dan waktu hanya datang untuk berlalu, ketika kita berpisah, kita akan berpisah. Walaupun kita memiliki kemungkinan untuk bertemu lagi, tetapi pertemuan tersebut akan sangat berbeda dengan pertemuan pertama. Karena sejarah memiliki kepastian untuk tidak terulang sama persis untuk kedua kali.

Perpisahan memang sesuatu yang pasti, tetapi sebuah pertemuan, selalu menyisakan kenangan.

Dan kalian tahu? Kadang kenangan itu seperti asap tipis yg menguap dari cangkir teh . Dia nyaris tak terlihat, sangat sulit untuk ditangkap, tapi kita tetap bisa merasakan kehangatannya. Bahkan saat dia terurai bersama angin musim gugur yg meniupkan helai demi helai daun momiji dari pucuk merahnya.

Petikan kata-kata yang ditulis oleh Ariadi Ginting di ebooknya. Ya, kenangan itu akan selalu terasa hangat. Kenangan tercipta ketika kita merasa rindu akan masa lalu. Kita selalu punya kenangan untuk menikmati kembali setiap momen yang telah berlalu.

Betapa Datar Hidupku

Tulisan ini sukses ditulis setelah membaca postingan barunya Refa diblognya. Kalian tahu Refa kan? Jika tidak, silahkan lihat blogroll saya.

Bermula dari iseng-iseng buka blognya Refa, eh ternyata ada postingan baru. Setelah saya baca sampai selesai, level KEPO saya meningkat drastis. Saya jadi mencaritahu siapa adik kelas di cerita Refa, dan saya sukses menemukannya di sebuah blog, yang salah satu postingannya terkait sekali dengan postingan si Refa :Peace:

Sebenarnya yang mau saya bahas bukan siapa tokoh dalam cerita tersebut, melainkan apa yang sudah dilakukan tokoh di cerita. Kadang-kadang saya merasa jenuh dengan kehidupan saya sendiri. Saya merasa hari-hari berjalan membosankan. Kegiatan saya berputar-putar di tempat tidur-> kamar mandi-> sekolah -> komputer/manga/anime-> tempat tidur lagi. Saya hanya berinteraksi dengan orang lain melalui media jejaring sosial. Dan itu pun jarang dilakukan.

Bahkan teman saya di sekolah baru (SMA) masih tergolong sedikit. Saya lebih sering duduk di pojok kelas atau kantin atau perpustakaan sendiri saja. Kadang muncul perasaan ingin ikut ngobrol bareng teman-teman lain saya yang biasanya saling bergerombol. Tapi saya terlalu malas untuk memulainya.

Jadi saya sangat mendambakan momen-momen seperti yang Refa alami. Sekarang sih hanya sebatas harapan. Entah kapan terwujudnya.

Update 12/02/2016

2016, saya sudah lulus SMA, saya menemukan banyak hal dalam 3 tahun, dan saya nyatakan, saya tidak pernah menyesali satu haripun yang terjadi di masa 3 tahun SMA saya, haha, lucu juga jika saya membaca kembali pos 3 tahun lalu ini, sungguh, apa yang awalnya kamu lihat buruk, akan menjadi baik pada waktunya, percayalah, kawan!